UMKM  (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) merupakan usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Di Desa Pasunggingan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga ini memiliki UMKM yang cukup banyak, diantaranya:

1.  Sapu Sabut Kelapa (Tepes) Pak Agus. 

      Pengrajin sapu di desa Pasunggingan cukup banyak, salah satunya adalah milik Pak Agus yang bertempat di RT 03 RW 02 Dusun Kebumen. Usaha sapu tepes ini dimulai dari awal pandemi, yaitu 2020. Untuk omset atau penghasilan perbulan dari UMKM sapu tepes berkisar 2 juta. Tetapi sayangnya usaha ini masih belum berkembang, karena pemasarannya masih word of mouth (dari mulut ke mulut), tetapi Pak Agus sudah memiliki pelanggan tetap. Kendala dari usaha ini adalah banyaknya permintaan, tetapi bahan yang dibutuhkan masih terbatas. 

2. Keripik Tempe Mas Ifan Taufik.

     Salah satu UMKM bidang kuliner makanan yang ada di Desa Pasunggingan adalah Keripik Tempe yang beralamat di RT 27 RW 11 Dusun Tembelang Desa Pasunggingan. Usaha ini berdiri sejak 2019, sebelum adanya pandemi. Untuk omset keripik tempe sendiri sekitar 2 juta perbulan. Namun sayangnya, pemasarannya belum melalui digital seperti media sosial, masih dengan cara dititipkan ke warung-warung di desa sekitar Pasunggingan, seperti Desa Krenceng, Gumiwang, Bandingan, Pepedan dan masi banyak lagi. Kendala yang dihadapi dalam produksi keripik tempe ini adalah sering kali tempenya tidak jadi.

3. Gubug Aglonema Bu Noni.

     UMKM di bidang agrobisnis tanaman hias di Desa Pasunggingan salah satunya ada di RT 21 RW 09 Dusun Trajumaya. Berdirinya UMKM ini adalah bermula dari hobi dari tahun 2020. Untuk omset usaha tanaman hias aglonema ini sudah mencapai 100 juta perbulan. Untuk pemasarannya sudah melalui market place seperti Shopee dan juga live di Instagram. Kendalanya sendiri hanya muncul dari keterlambatan ekspedisi dalam pengiriman. 

4. Peyek Bu Tuhyanti.

     Selain keripik tempe, di Desa Pasunggingan juga memiliki UMKM di bidang makanan, yaitu peyek. Alamatnya di RT 27 RW 11 Tembelang, Pasunggingan, satu produksi dengan keripik tempe. Usaha ini sudah berdiri sejak 1992. Untuk omset satu bulannya sekitar 2,5 juta. Pemasaran produknya dengan cara dititipkan ke warung-warung (Daerah Pepedan, Pasunggingan, Krenceng, Gumiwang, Tejasari, Bandingan, Gambiran, Karangmoncol). Untuk kendala dalam proses produksinya adalah terkadang peyeknya terlalu keras.

5. Jenang Bu Tuhyanti.

     Usaha dari Bu Tuhyanti selain peyek ada lagi yaitu jenang. Jenis jenangnya ada yang biasa dan juga wijen. Alamatnya juga berada di RT 27 RW 11, Tembelang, Pasunggingan. Usaha ini juga sama seperti peyek, berdiri sejak 1992. Omset penjualan jenang juga dalam kisaran 2,5 juta. Pemasaran produknya juga dengan dititipkan ke warung-warung, sekaligus dengan produk keripik tempe dan juga peyek. Untuk kendalanya apabila gula yang digunakan terlalu hitam, jenang yang dihasilkan juga lebih hitam.

6. Ampyang Singkong Pak Timin Kristanto

     UMKM bidang kuliner di Desa Pasunggingan juga ada ampyang singkong, yang beralamat di RT 29 RW 11, Tembelang, Pasunggingan. Usaha ini dimulai ketika pandemi covid-19 yaitu Februari 2020. Pemasaran produk ampyang ini masih dengan cara dititipkan ke warung-warung dan juga ke pasar, belum melalui digital marketing. Untuk kendala usaha ampyang singkong ini adalah masih terbatasnya modal dan SDM.